Kerja Bakti Jumat Bersih: Sinergi Tim Dinpendukcapil Siapkan Lingkungan Kerja Prima untuk Penilaian

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, seluruh unit kerja di lingkungan Dinpendukcapil tampil serentak dalam aksi nyata: kerja bakti bersih-bersih kantor. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulanan, tapi bentuk respons sistematis terhadap arahan langsung dari pimpinan, sebagaimana tertuang dalam surat Sekda perihal persiapan Pemantauan Adipura 2025.
Pimpinan pelaksana, Ibu Dwi Nuraeni, S.Sos selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, memimpin langsung kegiatan dengan semangat tinggi. Namun, di balik gerakan ini, tersirat tekad kolektif yang lebih besar—dorongan dari Kepala Dinas, Drs. Muhammad Fathurrohman, M.Si, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas lingkungan kerja bukan hanya demi penilaian, tapi sebagai keharusan bersama.
Dari Instruksi ke Aksi: Koordinasi yang Terpadu dan Efektif
Di balik lantai yang mengkilap dan arsip yang tersusun rapi, terdapat proses koordinasi yang matang. Setiap bidang dibagi dalam zona tanggung jawab—dari ruang pelayanan publik hingga area taman kecil di sisi gedung. Peralatan disiapkan sejak pagi, waktu dibatasi, dan tanggung jawab jelas.
Ini adalah bukti bahwa persiapan bukan soal menunggu surat, tapi mengubah arahan pimpinan menjadi tindakan nyata. Setiap sapu, setiap komponen fasilitas yang diperbaiki, dan setiap dokumen yang disusun rapi adalah bagian dari komitmen untuk memastikan kantor kita siap—tidak hanya untuk penilaian, tapi untuk kualitas kerja yang lebih baik secara berkelanjutan.
“Adipura Bukan Hanya Soal Penilaian, Tapi Tanggung Jawab Kita Bersama”
Pernyataan resmi Kepala Dinas, Drs. Muhammad Fathurrohman, M.Si, menjadi panduan utama kegiatan ini:
“Dalam rangka persiapan penilaian Adipura sebagaimana surat Sekda perihal persiapan Pemantauan Adipura 2025, saya minta seluruh bidang/unit di lingkungan OPD kita untuk menyiapkan data, sarana prasarana, serta langkah nyata yang mendukung kebersihan dan keindahan lingkungan kerja maupun ruang publik yang menjadi tanggung jawab kita. Mari kita budayakan dan pastikan area kantor, fasilitas umum yang dibina oleh kita, serta dokumen administrasi sesuai standar penilaian. Koordinasi lintas bidang harus lebih ditingkatkan agar tidak ada yang terlewat. Ingat, Adipura bukan hanya soal penilaian, tetapi wujud tanggung jawab kita menjaga lingkungan yang sehat bagi kita semua.”
Kalimat ini bukan hanya instruksi, tetapi pemantik semangat: bahwa kebersihan dan keindahan lingkungan adalah hasil dari kebiasaan baik, disiplin, dan rasa memiliki—bukan hanya karena aturan, tapi karena kepedulian.