Pada Senin, 8 Juni 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap implementasi program "Anak Ceria Jipat". Kegiatan ini menyoroti layanan inovatif yang telah membantu ribuan keluarga di Kabupaten Purbalingga. Fokus monev kali ini meliputi Puskesmas Bobotsari, Puskesmas Karangreja, dan Puskesmas Karangjambu, yang menjadi garda terdepan dalam penyediaan layanan ini.
Tim Monev Dinpendukcapil yang Berdedikasi
Tim monev dari Dinpendukcapil dipimpin langsung oleh Bapak Sumarsono, S.Sos, selaku Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data. Beliau didampingi oleh dua sosok penting lainnya, yaitu Wasri Purwati, S.Sos, seorang Ahli Muda - Analis Kebijakan, dan Abdullah Aziz Sembada, seorang Ahli Pertama - Pranata Komputer. Kolaborasi tim ini memastikan bahwa pelaksanaan Anak Ceria Jipat berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Apa Itu Anak Ceria Jipat?

"Anak Ceria Jipat" adalah singkatan dari "Administrasi Kependudukan Anak yang Cepat, Tepat & Gratis, Siji Olih Papat". Ini merupakan sebuah inovasi layanan terpadu yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus empat dokumen penting anak sekaligus, dalam satu kali pengurusan, dan tanpa dipungut biaya alias gratis. Keempat dokumen tersebut meliputi:
- Akta Kelahiran: Dokumen fundamental sebagai bukti identitas dan status hukum anak.
- Kartu Identitas Anak (KIA): Identitas resmi bagi anak di bawah 17 tahun untuk berbagai keperluan.
- Kartu Keluarga (KK) terbaru: Pembaruan data keluarga agar sesuai dengan anggota baru.
- Pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Memastikan akses anak terhadap layanan kesehatan.
Melalui layanan ini, proses administrasi menjadi lebih efektif dan efisien, mengurangi birokrasi, serta membantu memastikan setiap anak memiliki identitas dan perlindungan kesehatan sejak dini.
Dampak Positif Anak Ceria Jipat
Inovasi Anak Ceria Jipat membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Purbalingga:
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Masyarakat tidak perlu lagi mengurus empat dokumen secara terpisah, menghemat waktu dan biaya transportasi.
- Akses Mudah: Layanan terintegrasi di Puskesmas mendekatkan akses bagi masyarakat, terutama di daerah yang lebih jauh dari kantor Dinpendukcapil.
- Perlindungan Anak: Memastikan setiap anak memiliki identitas hukum dan jaminan kesehatan sejak lahir, yang merupakan hak dasar mereka.
- Peningkatan Kualitas Data Kependudukan: Data kependudukan menjadi lebih akurat dan up-to-date.

Selain monitoring, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyerahkan KIA yang telah selesai dicetak dan mengambil berkas pengajuan Anak Ceria Jipat yang baru. Hal ini menunjukkan komitmen Dinpendukcapil Purbalingga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kesimpulan
Program Anak Ceria Jipat adalah contoh nyata bagaimana inovasi layanan publik dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan penuh dari Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga dan Puskesmas setempat, diharapkan program ini dapat terus berjalan lancar dan menjangkau lebih banyak anak di seluruh wilayah Purbalingga, memastikan masa depan mereka lebih terjamin dengan identitas dan perlindungan kesehatan yang lengkap.