Membangun Purbalingga Maju dan Sejahtera: Sinergi Media Gathering BPS dan OPD

Card Image

Pada Senin, 17 November 2025, suasana Aula Andrawina kompleks Owabong Cottage menjadi saksi bisu gelaran penting Media Gathering yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga. Acara ini menjadi forum strategis untuk memaparkan Rilis Indikator Ketenagakerjaan & Indikator Strategis Lainnya, dengan kehadiran perwakilan dari berbagai Dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Purbalingga serta rekan-rekan media massa. Perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga, yaitu Ibu Aminarti, S.Sos, selaku Kepala Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data.

Salah satu sorotan utama adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga yang membanggakan. Dengan angka 71,71, Purbalingga berhasil masuk dalam kategori Tinggi, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 0,74 poin dari tahun 2024. Pencapaian ini ditopang oleh beberapa indikator vital:

  • Harapan Hidup: 74,48 tahun

  • Rerata Lama Sekolah: 7,37 tahun

  • Harapan Lama Sekolah: 12,11 tahun

  • Pengeluaran per Kapita (PPP adj.): ± Rp 11.949.000/tahun

Dinamika Ketenagakerjaan Purbalingga Agustus 2025: Potensi dan Tantangan

Sektor ketenagakerjaan juga menjadi pembahasan krusial dalam acara ini. Data Agustus 2025 menunjukkan bahwa:

  • Populasi Usia Kerja: ± 813,33 ribu jiwa

  • Angkatan Kerja: ± 612,82 ribu jiwa

  • Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 74,36%

Yang menarik, sekitar 40,37% pekerja terserap di sektor manufaktur, menunjukkan peran vital industri ini bagi perekonomian lokal. Namun, terdapat tantangan pada tingkat pendidikan angkatan kerja, di mana mayoritas (± 43,92%) berpendidikan SD ke bawah. Selain itu, status pekerjaan didominasi oleh buruh/karyawan sekitar 40,66%.

Melawan Kemiskinan: Indikator Menjanjikan

Upaya penanggulangan kemiskinan di Purbalingga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan indikator FGT (P0, P1, P2) yang dijelaskan, terlihat bahwa pada Maret 2025, indeks kedalaman (P1) dan keparahan (P2) kemiskinan mengalami penurunan. Indeks kedalaman (P1) turun 0,53 poin, sementara indeks keparahan (P2) turun 0,20 poin. Penurunan ini menjadi sinyal perbaikan dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Purbalingga.

Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Menyikapi data dan indikator yang dipaparkan, beberapa rekomendasi strategis telah dirumuskan untuk mendorong pembangunan Purbalingga yang lebih berkelanjutan:

  • Peningkatan Keterampilan: Perkuatan program peningkatan keterampilan, khususnya untuk sektor manufaktur, sangat dibutuhkan.

  • Pengentasan Kemiskinan: Perbaikan targeting dan data untuk program pengentasan kemiskinan akan memastikan efektivitas bantuan.

  • Pendidikan Berkualitas: Peningkatan layanan pendidikan esensial untuk menambah rata-rata lama sekolah.

  • Pemantauan Berkelanjutan: Melanjutkan pemantauan indikator strategis untuk memastikan arah pembangunan tetap relevan dan efektif.

Kesimpulan

Media Gathering ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian data, tetapi juga refleksi atas capaian dan tantangan pembangunan di Kabupaten Purbalingga. Dengan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak, harapan untuk Purbalingga yang lebih maju dan sejahtera akan semakin nyata.

Bagikan Artikel ini