PURBALINGGA, INFO- Dalam rangka antisipasi validasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) bagi pemula, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga melakukan jemput bola perekaman KTP-EL ke sekolah-sekolah khususnya ke 38 (tiga puluh delapan) SMA/MA/SMK se-Purbalingga. Hal itu disampaikan kepala Dinpendukcapil Purbalingga, Imam Sudjono saat ditemui di kantornya, Selasa (24/7).

Imam mengatakan, DPT Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legiselatif) 2019 harus mulai diantisipasi dari sekarang. Menurutnya, remaja atau pemula yang berusia 17 tahun pada 17 April 2019 mendatang harus mulai direkam data kependudukannya. Artinya, bagi remaja yang saat ini belum genap berusia 17 tahun namun pada 17 April 2019 menginjak 17 tahun, wajib merekam data dirinya.

“Yang masih 16 tahun lebih dan saat 17 April 2019 genap 17 tahun, kami rekam datanya sehingga pada saatnya nanti KTL-EL bisa kami bagikan,” kata Imam.

Memang, bagi remaja yang belum genap berusia 17 tahun akan melakukan perekaman namun belum berhak menerima KTP-EL. KTP-EL akan dibagikan kepada yang bersangkutan jika sudah genap berusia 17 tahun. Diketahui jemput bola perekaman KTP-EL sudah mulai dari hari kemarin dan berakhir pada 24 Agustus 2018 mendatang.

“Kita keliling terus sampai dengan 18 Agustus. Targetnya mudah-mudahan selesai untuk perekaman di 38 sekolah tersebut,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai data (yang berpotensi) jadi pemilih pemula yang tidak berada di sekolah, Imam menambahkan akan melakukan jemput bola ke Desa-Desa juga setelah 24 Agustus.  Jemput bola ke Desa-Desa sudah tercantum by name dan by address sehingga nama dan alamat yang akan direkam telah jelas dan tertera. Imam mengharapkan keaktifan dari masyarakat untuk tidak apatis tentang kependudukan khususnya bagi remaja yang mendekati 17 tahun.

“Kependudukan tidak hanya mengenai Pemilu tapi bisa tentang hal lain seperti pengurusan pendidikan, kesehatan dan hal penting lainnya. Oleh karena itu kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk proaktif mengurus kependudukannya,” lanjut Imam.

Tercatat masih ada 38.000 penduduk yang belum melakukan perekaman. Dindukcapil akan melayani perekaman setiap harinya termasuk jika rencana 5 hari kerja diberlakukan di Purbalingga, Dindukcapil Purbalingga akan tetap membuka pelayanan 6 hari. “Jika nanti akhirnya 5 hari kerja diberlakukan, kami akan tetap buka pelayanan 6 hari sehingga pelayanan perekaman KTP-EL mencapai target,” pungkasnya. (KP-4).